Minggu, 15 November 2009

makalah penyimpangan prilaku remaja

PENYIMPANGAN PRILAKU REMAJA






Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi
Tugas Semester Mata Kuliah ISD/IAD/IBD
Dosen Pengampu Ibu Hj. Kamila Adnan, M.Si


Oleh:
Andi Hermawan
30.08.1.2.001






BIMBINGAN KONSELING ISLAM
JURUSAN DAKWAH DAN KOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SURAKARTA
2008
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Remaja adalah bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian, agar keberadaanya memiliki nilai positif dalam pengunaan masa sekarang maupun masa yang akan datang. Remaja merupakan generasi penerus bangsa pada masa yang akan datang karena itu, seiring dengan ungkapan remaja adalah harapan bangsa. Kondisi masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi remaja pada masa sekarang.
Pembahasan remaja masih sangat sering di lakukan terutama tentang remaja yang melanggar hukum atau norma-norma yang berlaku di masarakat. Pembahasan tentang prilaku remaja terasa sangat penting, karena penyimpangan perilaku remaja masih terus mengalami peningkatan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Banyak propinsi-propinsi di Indonesia bahkan sudah masuk di kota dan lebih parahnya masuk di pedesaan, dari remaja banyak yang melakukan penyimpangaan yang jelas itu tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat., seperti: judi, minum-minuman keras, mencuri, narkoba, dan bahkan seks bebas
Untuk mengambil langkah pencegahan dan penangulanggan terhadap penyimpangan prilaku remaja di masyarakat diperlukan pengkajian terutama factor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan prilaku remaja dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian perilaku menyimpang
2. Gambaran penyimpangan perilaku
3. Faktor penyebab penyimpangan perilaku
4. Metode penanggulangan penyimpangan perilaku

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Perilaku Menyimpang
Pengertian perilaku menyimpang adalah prilaku yang tidak sesuai dengan noma agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Jadi pengertian penyimpangan prilaku remaja adalah sikap,sifat, atau tingkah laku remaja yang tidak sesuai dengan norma agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, sehingga terjadi tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat.
Adapun peranan pemuda yang menolak menyesuaikan diri sehingga terjadi dengan lingkungan , sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan yang trjadi di masyarakat. Adapun golongan-golongan tersebut adalah
1. Jenis pemuda yang urakan.
Yaitu jenis pemuda yang tidak bermaksud mengadakan perubahan dalam masyarakat, tidak ingin mengadakan perubahan dalam kebudayaan, tapi ingen mendapatkan kebebasan bagi dirinya sendiri, kebebasan untuk menentukan kehendak dirinya sendiri. Kebudayaan seniman dan sastrawan tergolong dalam jenis ini, .misal, Chairil Anwar.
2. Jenis pemuda nakal.
Pemida ini pun tidak ingin, tidak berniat, dan tidak bermaksut mengadakan perubahan dalam masyarakat ataupun kebudayaan, melainkan ingin memperoleh manfaat dengan melakukan tindakan yang mereka anggap menguntungkan dirinya tapi merugikan oranglain lebih-lebih merugikan masyarakat.
3. Jenis pemuda radial
Pemuda radial berkeinginan mengadakan perubahan dalam masyarakat dan budaya tapi secara radial, revolusioner. Mereka tidak puas dan tidak bisa menerima kenyataan-kenyataan yang mereka hadapi, oleh sebab itu mereka berusaha baik secara lisan maupun tingkah laku untuk mengadakan perubahan dalam masyarakat tanpa rencana jangka panjang asal saja keadaan berubah sekarang juga.
Apabila remaja mempunyai sikap seperti yang diatas mana mungkin Negara kita tercinta akan maju, mental-mental seperti itu harus segera di benahi agar Negara kita ini tidak terjadi disintegrasi moral, karena seiring dengan anggapan pemuda adalah masa depan bangsa. Mau tidak mau Negara kususnya Indonesia dan masyarakat seluruhnya untuk menuntaskan moral anak-anak bangsa ini yang semakin memburuk yang bisa mengakibatkan keterpurukan.
B. Gambaran Penyimpangan Prilaku
1. Judi
Sekalipun judi telah dilarang di Indonesia dan sangat di tentang oleh agama , namun pemakaian judi masih tetap berlangsung di Negara ini, terutama di daerah-darah perkotaan.
Bentuk-bentuk perjudian yang ada antara lain:
a. Judi Toto Gelap (Togel).
b. Judi dengan main kartu.
c. Judi dengan bentuk permainan.
Sebagian remaja , terutama remaja yang putus sekolah juga terlibat dalam berbagai bentuk perjudian dan remaja yang bermain judi umumnya remaja laki-laki terutama yang putus sekolah.
2. Meminum Minuman Keras
Remaja yang di jadikan subjek perhatian ini umumnya beragama Islam, tetapi masih banyak remaja yang masih minum-minuman keras. Dalam hal ini, remaja yang meminum minumun keras adalah laki-laki dan bertempat tinggal di derah perkotaan yang umumnya hiterogen.
3. Mencuri
Remaja yang banyak terlibat dalam melakukan pencurian umumnya berada di perkotaan karena budaya kota yang homogen jadi kurang mengal antara yang satu dengan yang lain, beda dengan di pedesaan mereka masih saling tolong menolong jadi menyebabkan kenal antara yang satu dan yang lain, dan sifat masyarakat desa yang tida individualis.
Banyak sebab mengapa seorang melakukan pencuriaan terutama remaja:
a. Faktor kondisi ekonomi.
b. Faktor kebiasaan.
c. Faktor keterpaksaan.
Dari faktor keterpaksaan mungkin remaja terpaksa mencuri karena kebutuhan ekonomi yang mendesak atau karena remaja tidak punya uang untuk misal yang sering terjadi di gunakan untuk membeli minum minumun keras, berjudi, dll.
4. Narkotika
Remaja yang terjangkit narkoba biasa berawal dari rasa ingin mencoba, hasrat ini terjadi mungkin karena remaja itu sendiri ingin mendapatkan gelar jentel dan ujung-ujungnya remaja yang seperti ini biasanya menjadi pecandu dan apabila itu tidak terpenuhi bisa-bisa korban akan meminum darahnya sendiri.
Sebagian besar yang beredar di kalangan remaja adalah jenis ganja, dihisab dengan cara merokok, meskipun tidak bisa dipungkiri jenis yang lain seperti sabu-sabu, pil estasi, dll ,juga banyak. Dan biasanya remaja yang terjangkit naroba adalah laki-laki.
5. Prilaku Seks
Salah satu arti seks adalah nafsu sahwat, ialah suatu kekuatan pendorong hidup yang memakai beberapa norma diantaranya insting, naluri yang dimiliki manusia, naluri yang dimiliki laki-laki dan perempuan guna meneruskan keturunan.
Penyimpangan prilaku seks bisa di bedakan menjadi tiga macam yaitu: Prilaku seks di luar nikah, menonton film porno, membaca buku cerita porno. Remaja yang melakukan prilaku tersebut di katagorikan melakukan penyimpangan dalah hal penyimpangan seks. Sebagian besar remaja yang melakukan hubungan di luar nikah dengan teman atau pacar jadi bukan pelacur umumnya mereka melakukan di rumah atau di tempat rekreasi.
Menonton film porno dapat membentuk moral remaja. Remaja yang menonton film porno akan terdorong untuk melakukan hubungan seks. Jika hubungan seks tidak bisa dilakuakan dengan cara yang wajar maka biasanya dilakukan dengan yang sama-sama mau meskipun sesama jenis. Maka ada kemungkinan remaja akan melakukan pemerkosaan kalau hasratnya tidak terpenuhi. Karena itu dengan menonton film porno dapat di katagorikan penyimpangaan prilaku.
Dan dari buku yang bercerita porno juga dapat mendorong pembaca kususnya rumaja untuk melakukan sesuai dengan cerita entah itu perkosaan, pencabulan,dll. Maka dari itu dengan membaca cerita porno di takutkan pembaca yang kususnya remaja melakukan apa yang seperti dibaca, jadi membaca cerita porno dapat dikatagorikan penyimpanggan prilaku.
C. Faktor Penyebab Penyimpangan Prilaku Remaja
Penyebab penyimpangan prilaku remaja tidak selamanaya bersifat tunggal. Bahkan, besar kemungkinan terdapat beberapa factor yang secara komulatif mendorong remaja untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat dan norma agama. Berikut ini akan di bahas beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyimpangan prilaku remaja.
1. Faktor Orang Tua
Orang tua adalah orang dewasa yang seharusnya dapat berperan lebih besar dalam membimbing dan mengarahkan tingkah laku anaknya. Kurangnya perhatian orang tua kepada anak merupakan salah satu penyebab penyimpanggan prilaku anak atau remaja.
Selain itu ada orang tua yang melanggar norma-norma dalam masyarakat yang jelas agama menentang itu, seperti minum minumam keras, judi, dll. Secara tidak langsung mendorong anak untuk melakukan hal yang sama.
Dari uraian diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa orang tua dapat menjadi penyebab terjadinya penyimpangan prilaku remaja baik karena kurang perhatian terhadap anak maupun karena anak atau remaja meniru prilaku orang tuanya yang menyimpang, miskipun tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar orang tua mengajarkan anaknya dengan suatu yang baik-baik, tapi ada juga di masa sekarang dimana orang tua mengajari anaknya dengan yang tidak baik.
2. Faktor Anak
Remaja merupakan suatu periode yang secara psikis sedang mengalami kegoncangan. Remaja yang masih muda terpengaruh untuk perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Penyimpangan yang di lakukan remaja pada dasarnya di pengaruhi faktor eksternal dan internal. Remaja yang tertanam nilai-nilai agama, maka hasrat remaja akan lebih mampu menghadapi berbagai pengaruh yang datang dari luar dirinya dan juga remaja yang memiliki nilai moral yang tinggi mereka juga lebih bisa mengendalikan dirinya untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Sebagai contoh orang yang terdidik dengan orang yang putus sekolah terdapat perbedaan yang siknifikan, remaja yang putus sekolah lebih sering melakukan penyimpangan. Hal ini merupakan indikator , bahwa putus sekolah dapat menjadi penyebab remaja melakukan penyimpangan prilaku. Miski kembali tidak bisa di pungkiri remaja yang yang terdidikpun terkadang melakukan prilaku menyimpang.
3. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan disini yang di maksud adalah faktor sosil-budaya di sekitar tempat tinggal remaja. Dalam hal ini ekonomi tinggi dan ekonomi rendah sama-sama dapat menyebabkan penyimpangan prilaku remaja. Akan tetapi dua kondisi yang berbeda tersebut, merupakan penyebab dari prilaku menyimpang yang berbeda bentuk dan jenisnya.
4. Faktor ekonomi
Kondisi ekonomi yang memadai akan lebih cenderung mendorong remaja untuk melakukan prilaku seks, minum minuman keras, dan narkoba. Sedang ekonomi yang rendah cenderung mendorong remaja untuk melakukan pencurian, biasanya disini ada faktor keterpaksaan.
5. Teman Sepergaulan
Factor lain yang turut menjadi penyebab terjadinya penyimpangan prilaku remaja adalah teman sepermainan, biasanya anak-anak remaja yang kususnya putus sekolah dan tidak bekerja akan bergabung dengan temannya yang lebih dulu melakukan penyimpangan prilaku.
Dalam situasi pergaulan seperti ini , umumnya remaja akan terpengaruh melakukan penyimpangan prilaku, seperti bermain judi, minum minuman keras, narkoba, dan bahkan seks bebas, fenomena seperti ini banya terjadi di daerah perkotaan seperti Medan, Tanjung balai, dan kota-kota lain di Indonesia.
D. Metode Penagulangan Akibat Prilaku Menyimpang
Seperti di katakan dimuka bahwa remaja merupakan bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian, agar keberadaannya mempunyai nilai yang positif, seiring ada ungkapan bahwa remaja adalah harapan bangsa. Jadi kondisi masa depan bangsa ini tergantung kepada kondisi remaja pada masa depan sekarang.
Kita sama-sama ketahui bahwa banyak dari remaja sekarang kususnya di Indonesia, demi untuk dikatakan remaja yang gaul mereka mengubah cara dandanannya dengan tren yang ada, biar dikatakan jentel mereka merokok atau minum minuman keras, biar di katakana pemberani mereka berjudi yang terkadang ujung-ujungnya dapat mengakiatkan pencurian, bahkan lebih parahnya mereka mengkonsumsi narkoba dan melakukan seks bebas yang bisa menyebabkan HIV/AIDS yang jelas itu bisa menyebabkan kematian, tapi remaja sekarang terkadang kurang sadar akan itu dan lebih senang membunuh dirinya secara berlahan-lahan.
Banyak yang tidak sadar bahwa awal bulan ini tepatnya 1 Desember 2008 telah diperingati hari AIDS sedunia(HAS). Tiada yang istimewa dalam peringatan itu malah sangat memprihatinkan, karena Komite Pemberantasan Aids Nasional (KPAN),BKKBN dan DKT, mengelar konfrensi kondom yang di maksud untuk penagulangan penyebaran virus HIV/AIDS. Dan anehnya mereka membagikan kondom secara gratis kepada masyarakat, di Palembang pemerintah membagikan kondom gratis kepada laki-laki sebanyak 17 ribu kondom dan kepada kuam perempuan sebanyak seribu kondom. Dan di kabupaten jepara seribu kondom untuk laki-laki.
Jelas langkah ini akan sia-sia belaka karena fakta menunjukkan bahwa penyebab utama penyakit ini adalah seks bebas dan narkoba. Penularan HIV melalui pemakian NAPRA suntik sebanyak 49%, melalui hubungan sekssual sebanyak 46,2%(Heteroseksual 42,1% dan homosekssual 4,1%)
Menurut Al khaththath, kampanye kondomisasi bukan sebuah solusi, bahkan dengan kampanye ini jelas secara terang-terangan pemerintah melakukan legalisasi hedonis dan seks bebas.
Secara teknis pengunaan kondom tidak akan bisa mencegah penularan virus HIV/AIDS sebab ukuran pori-pori kondom (1/60 mikron dan bila terenggang ekan menjadi (1/6 mikron), sedang ukuran virus HIV ( 1/250 mikron) jauh lebih kevil dari pada pori-pori kondom. Sehingga bisa di pastikan pengunaan kondom untuk penyebaran virus HIV yang dapat menyebabkan penyakit AIDS akan gagal.
Sesungguhnya cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS adalah dengan cara:
1. Memutus mata rantai penularan virus HIV/AIDS dengan memberantas narkoba, seks bebas/perzinahan(homoseksual maupun hetroseksual)
2. Mengisolasi penderita HIV/AIDS yang tidak bisa mengendalikan prilakunya, sehingga mengancam orang lain tertular. Disertai terapi pengobatan.
3. Hidup sesame kepada penderita HIV dapat di lakukan apabila penderita bisa mengendalikan dirinya dan mengikuti terapi yang ada.
4. Melakukan SCREENING masal tes HIV terutama kepada calon pengantin.
5. Kondom tidaak bisa mencegah penularah HIV/AIDS( ukuran pori-pori kondom 1/60 mikron jauh lebih besar dari pada ukuran virus HIV yang hanya 1/250 mikron), pengunaan kondom hanya untuk alat kontrasepsi dalam progam KB.
6. Menolak hasil pertemuan di Jenuwa, karena sejumplah pedoman tersebut malah mengakibatkan penyebaran virus HIV/AIDS.
7. Menghukum dengan hukuman yang tegas bagi orang yang melakukan pelangaran yang bisa menyebabkan tersebarnya atau tertularnya virus HIV/AIDS.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Bentuk-bentuk penyimpanggan prilaku remaja, seperti judi, minum minuman keras, pencurian, dan prilaku seks, merupakan kejadian umum yang terjadi di Negara ini, terutama di derah-daerah perkotaan.
2. Faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan remaja antara lain.
a. Kurangnya pengawasan orang tua.
b. Kurangnya pendidikan yang di terima remaja.
c. faktor media masa
d. Tingkat ekomnomi orang tua.
e. faktor lingkungan.
f. Teman sepermainan
3. Kondom tidak mencegah penyebaran virus HIV/AIDS
B. Saran-saran
1. Perlu adanya penyuluhan bagi orang tua tentang pentingnya perhatian dan pengawasan mereka terhadap anak yang sedang masa remaja. Penyuluhan dapat dilakukan dengan memanfaatkan kelompok-kelompok pengajian dan perwiritan yang telah ada di masyarakat.
2. Perlu tindakan yang tegas terhadap tempat-tempat penyimpangan perilaku remaja yang berkedok sebagai sarana hiburan.
3. Perlu tindakan yang tegas dan berkelanjutan terhadap perlaku perjudian, terutama para bandar dan pelindungnya.
4. perlu meningkatkan peran-peran guru Bimbingan Konseling di sekolah-sekolah, agar para siswa terhindar dari berbagai perilaku menyimpang.
5. Perlu tindakan yang lebih konkrit untuk meningkatkan hubungan kerjasama antara pejabat pemerintah dengan tokoh agama, dan pendidik, guna merumuskan langkah-langkah antisipasi secara dini atas penyimpangan perilaku remaja.
6. Berdasarkan data yang dihimpun pada penelitian ini, penyimpangan perilaku banyak dilakukan oleh remaja putus sekolah. Karena itu, penanggulangan penyimpangan perilaku remaja yang telah putus sekolah. Jika mereka tidak segera dibina, besar kemungkinan diantara mereka akan menjadi penjahat. Pembinaan hendaknya dilakukan secara kontiniu dengan cara bekerja sama antara berbagai aparat terkait, KUA, Kantor Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat serta orang tua. Pembinaan hendaknya ditujukan kepada pembinaan mental dan ketrampilan remaja, sehingga remaja putus sekolah memperoleh bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan untuk hidup secara wajar di tengah-tengah masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sudarsono, 2004, Kenakalan Remaja, Jakarta: PT. Asli Maha Setia
Dr. H. Ali Akbar, 1986, Seksualitas Ditinjau Dari Hukum Islam, Jakarta: Ghulia Indonesia
Howarn, S. Bekker, 1988, Sosiologi Penyimpangan, Jakarta: CV. Rajawali
Hartono, 1999, MKDU Ilmu Sosiologi Dasar, Jakarta: Bumi Angkasa
Harian Suara Islam, 02 Januari 2009
William J Goode, 1991, Sosiologi Keluarga, Jakarta: Bumi Aseka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar